Kategori

Editor audio

Software produksi dan penyuntingan audio, dari DAW berat seperti FL Studio 20, FL Studio 21, FL Studio 24, Steinberg Cubase, dan Adobe Audition, sampai edi

Software produksi dan penyuntingan audio, dari DAW berat seperti FL Studio 20, FL Studio 21, FL Studio 24, Steinberg Cubase, dan Adobe Audition, sampai editor ringan gratis seperti Audacity untuk memotong rekaman dan menghapus noise. Pilihannya bergantung pada pekerjaan, bukan pada versi tertinggi: membuat aransemen penuh butuh DAW dengan piano roll dan dukungan VST, sedangkan merapikan rekaman kuliah atau podcast selesai dengan editor sederhana yang terbuka dalam dua detik. Setiap halaman mencantumkan format plugin yang didukung dan kebutuhan RAM sebenarnya saat proyek mulai padat.

Perlu diketahui sebelum memilih

  • Perhatikan RAM, bukan hanya prosesor. Proyek dengan banyak track dan efek menghabiskan memori lebih dulu; 8 GB adalah titik nyaman minimum untuk DAW modern.
  • Pasang driver ASIO bila latensi terasa mengganggu. Tanpa itu, suara monitoring akan tertinggal dari permainan Anda dan rekaman terasa meleset.
  • Simpan folder plugin VST di lokasi tetap sejak awal, misalnya di luar folder Program Files, supaya DAW baru tinggal diarahkan ke sana tanpa memindai ulang.

Pertanyaan umum

FL Studio saya tidak menemukan plugin yang sudah dipasang.
Buka Options lalu Manage plugins, tambahkan folder tempat file .dll berada, lalu jalankan Find more plugins. Pastikan juga arsitekturnya cocok: plugin 32-bit tidak akan muncul di daftar bila DAW berjalan 64-bit tanpa jembatan.
Suara pecah atau putus-putus saat memutar proyek.
Naikkan ukuran buffer di pengaturan audio. Buffer kecil memberi latensi rendah tetapi menuntut CPU; untuk mixing, buffer besar jauh lebih stabil dan latensinya tidak lagi penting karena Anda tidak sedang merekam.